browser icon
You are using an insecure version of your web browser. Please update your browser!
Using an outdated browser makes your computer unsafe. For a safer, faster, more enjoyable user experience, please update your browser today or try a newer browser.

Konsep Dasar Bisnis Ritel

Posted by on February 16, 2010
KONSEP DASAR MANAJEMEN RITEL

Pendahuluan: Artikel Sejarah Wal-Mart

Contoh sebuah mimpi yang menjadi kenyataan adalah ceritera tentang Sam Walton, pendiri Wal-Mart (www.walmart.com). Mulai dari sebuah toko, Wal-Mart telah tumbuh menjadi perusahaan terbesar di U.S.A. dalam hal pendapatan. Dan pada hari ini perusahaan tersebut dwarfs setiap pengecer lainnya. Pada tahun 2005, Wal-Mart merupakan ranking pertama dari lima top perusahaan yang paling terkemuka menurut versi majalah Fortune.

Sebagai pemilik toko di Bentonville, Arkansas, Sam Walton memiliki strategy yang sederhana: membuat toko barang eceran di pedesaan USA dan kemudian menjual barang-barang dengan harga yang paling rendah dibandingkan dengan toko di sekitarnya. Sam yakin bahwa format diskon yang besar akan berfungsi di komunitas pedesaan. Strategi Wal-Mart berdasarkan harga rendah harian (dengan cara mengurangi biaya periklanan). dengan harga paling rendah untuk 1.500 barang kunci, dan dengan sistemdistribusi berbiaya rendah (berdasarkan sistem scanning dan komunikasi satelit).

Toko diskon Walton yang pertama dibuka pada tahun 1962 dan menggunakan slogan seperti “Kami menjual kurang”, dan “Kepuasan dijamin,” dua dari hallmark barang dagang eceran saat ini. Pada penghujung tahun 1969, Wal-Mart memperluas tokonya ke 31 lokasi. Dalam tahun itu, Wal-Mart menjadi sebuah perusahaan public dan tumbuh pesat dengan basis toko-toko diskon tambahan dan ekspansi global. Wal-Mart telah menjadi contoh buku teks nyata bagaimana seorang pedagang eceran mempertahankan pertumbuhan tanpa kehiloangan core value aslinya tentang bagaimana overhead, penggunaan sistem distribusi inovatif, dan berorientasi keapda konsumen – dimana para karyawan bersumpah untuk melayani konsumen. “So help me, Sam.[1]

Untuk memperkaya dan mempersiapkan diri masuk ke dunia bisnis ritel, alangkah baiknya membaca pada halaman terpisah tentang keberhasilan Jim Wright, CEO, Tractor Supply dalam Executive Briefing, juga tidak lupa bagaimana internet berperan dalam bisnis ritel ini, lihat www.bestbuy.com dan contoh lain untuk menambah wawasan begitu menariknya terlibat dalam bisnis ini.

Sebagian besar konsumen berbelanja di toko-toko local mereka tidak menyadari bahwa retailing merupakan industry hitech dan global. Untuk mengilustrasikan teknologi canggih yang digunakan oleh para pedagang eceran pertimbangkan hal-hal yang berikut: Apabila anda tertarik untuk membeli MP3 player, Best Buy menyediakan website (www.bestbuy.com)

Penyajian

Bahan Ajar: UNIT 1 (A1 chapter 1 page 4)

What is a Retail Management?

Management, menurut John Rozurat of WW Grainger menjelaskan bahwa manajement, sebagai “the art of getting things done through people.”[2]

Dua orang ahli teori manajemen, Michael Hammer dan James Champy yang mengarang buku Reengineering the Corporation menjelaskan bahwa para manajer harus memutuskan bagaimana menggunakan sumber daya organisasi, memberikan arahan untuk organisasi mereka

dan memimpin orang-orang untuk mencapai tujuan perusahaan.[3]

RETAILING MANAGEMENT[4]

THE WORLD OF RETAILING

What is Retailing?

Retailing is the set of business activities that adds value to the products and services sold to consumers for their personal or family use.[5]

Jadi, Retailing itu bukan hanya menjual produk di toko-toko, namun retailing juga melibatkan penjualan jasa: menginap di motel, diperiksa dokter, atau bercukur dan lain sebagainya.

Peranan Seorang Retailer dalam Distribution Channel

A Retailer is a business that sells products and/ or services to consumers for their personal or family use. Retailers merupakan bisnis final dalam a distribution channel (suatu jalur distribusi) yang menghubungkan manufacturers kepada konsumen.

A distribution channel is a set of firms that facilitate the movement of products from the point of production to the point of sale to the ultimate consumer

Contoh sebuah jalur distribusi:

Manufacturing
Retailer
Consumer

Pertanyaan:

Mungkinkan terjadi ‘production and retailing business activities?’ Coba jelaskan!!!

Sebagian besar distribution channels memiliki some vertical integration. Selain itu ada juga backward integration dan forward integration.

Vertical integration berarti bahwa sebuah perusahaan melakukan beberapa kegiatan bisnis seperti investasi oleh retailers di wholesaling atau manufacturing. Backward integration terjadi ketika suatu retailer melakukan beberapa kegiatan distribusi dan manufacturing; seperti gudang operasi. Forward integration adalah apabila seorang manufacturer nmelakukan aktivitas retailing; contohnya sebuah pabrik yang memiliki toko penjualan sendiri.

Kenapa tidak langsung menjual ke konsumen dari pada lewat jalur distribusi? Karena Retailers melakukan fungsi value-creating. Fungsi penciptaan nilai adalah: (1) Providing an assortment of products and services; (2) Breaking bulk; (3) holding inventory; (4) providing services.

1. Providing Assortments; Sebuah manufacturer tidak mungkin dapat menjual beberapa produk, kecuali produknya sendiri, maka retailers mampu melakukan assortment untuk beberapa produk; contohnya di Carefour, konsumen dapat membeli berbagai barang.

2. Breaking bulk; Untuk mereduksi biaya transportasi, pabrik dan wholesaler mengirimkan produknya dalam jumlah besar, sedangkan retailers menawarkan barang kepada retailers dalam jumlah kecil.

3. Holding inventory; Fungsi utama retailers menjaga inventory yang sudah dipecah ke dalam beberapa ukuran yang kecil dan sesuai bagi konsumen.

4. Providing services. retailers memberikan jasa yang lebih memudahkan konsumen untuk membeli dan menggunakan produk. Mereka juga menawarkan kredit  sehingga konsumen dapat memperoleh produk sekarang dan membayar kemudian.

5. Dengan menyediakan assortment, memecah bulk, memegang inventory, dan memberikan jasa, retailers dapat meningkatkan nilai yang diterima oleh konsumen dari produk dan jasa mereka


[1] Dari berbagai sumber perusahaan.

[2] Andy Cohen, “Practice Makes Profits,” Sales & Marketing Management (July 1995):24

[3] Michel Hammer and James Champy, Reengineering the Corporation (New York: Harper Collins, 1993)

[4] Levy/ Weitz, Retailing Managemetn, Sixt Edition,New York: McGraw-Hill Irwin pp.1-31

[5] Levy/ Weitz, Retailing Managemetn, Sixt Edition,New York: McGraw-Hill Irwin p.7

Leave a Reply